Di kegelapan luar angkasa, sebuah MS berwarna keemasan nampak melesat dengan kecepatan tinggi.
Bentuknya serupa dengan Gouf Ignited, salah satu MS model lama yang masih memperkuat
jajaran pasukan militer ZAFT hingga saat ini. Hanya saja yang membedakan ialah bahwa
Mobile Suit ini seluruh tubuhnya berwarna keemasan. Sepasang sayap menempel di backpacknya,
ditambah lagi 2 unit Gunbarrel.
Sang pilot itu menyaksikan liputan langsung yang disiarkan oleh seorang
reporter yang cukup nekad melalui Televisi portabel yang dipasang di kokpit.
"Kelihatannya, pertempuran di COPERNICUS CITY sudah mulai...yare-yare..." kata orang
itu. "Aku agak terlambat nih..."
Orang itu menarik panel guna menambah kecepatan MS-nya.
"Akan tetapi, Sepertinya ini adalah saat yang baik untuk melakukan debut!!!.." kata orang
itu lagi. "Bukankah jagoan selalu muncul untuk membantu disaat kritis?"
"SEKARANG SAATNYA UNTUK DEBUT H..eh FRAZ!!! SETELAH MENGHILANG SELAMA 16 TAHUN!!!"
------------------------------------------------------------------------------------------------
GUNDAM SEED ETERNITY
PHASE 05: HIS name is FRASS
http://seed-indonesia.cjb.net
Edited by Miracle_p
originally edited from the post, written by:
Atsuki Ruru
Zeal Zigma
Miracle_p
Haine_san
---------------------------------------------------------------------------------------------
Reene membuka matanya "eh? aku masih hidup?" pikirnya. "Reene! kau tidak apa2?" Reene
kearah sosok yang baru saja mengganggu Crescent itu. "Sephiria nee!!!!"
Dan kini dihadapan Grand Impulse berdirilah sebuah MS yang mirip Gundam. Bentuknya
memang agak mirip M1 Astray yang lama, hanya saja seluruh Frame yang kelihatan tidak
berwarna merah, melainkan abu-abu. Bagian backpacknya pun agak berbeda, bahkan bisa
dibilang lebih mirip striker weapon systemnya Jet Dagger L. Dibagian bahu lengan kiri ada
sebuah ornamen, yaitu tulisan nama sang pengendara ms tersebut, SEPHIRIA HEARTNET, salah
satu pilot Muda terbaik yang dimiliki Orb, juga bisa dikatakan sebagai murid sang legenda
Kira Yamato.
Mobile Suit itu adalah MBF-M4 'Gouha Retsu'. Dikenal sebagai Mobile Suit yang
menggantikan pelan-pelan posisi M1 Astray dalam jajaran kemiliteran Orb.
Pertama kali diproduksi kira-kira 6 tahun lalu, walaupun tidak dalam skala besar
pada awalnya. Konsepnya agak meniru MS Dagger L dan Windam dari EA yang memiliki
kemampuan mengganti Striker pack, sehingga dapat difungsikan dalam berbagai situasi.
Dengan spesifikasi yang lebih baik dari Astray, ditambah dengan efisiensinya yang
tinggi maka Gouha Retsu dengan cepat menjadi favorit dikalangan prajurit Orb,
walaupun Gouha Retsu tidak memiliki kemampuan berubah bentuk menjadi MA seperti
Murasame, yang sampai sekarang bahkan belum diupdate sama sekali oleh Orb.
MS itu langsung mencabut beam sabernya, dan mengacungkan kearah MS yang sedari tadi meneror
Grand Impulse, yaitu Crescent.
"Jangan sentuh REENE, atau kamu harus berhadapan dengan Saya...." kata Sephiria.
"Wah!!!...Sephiria-Nee benar-benar Keren!!!!!" balas Reene kegirangan begitu menyadari
bahwa pilot MS itu tidak lain dan tidak bukan adalah Sephiria sendiri. Entah kenapa,
Sephiria dalam posisi itu ibarat seorang ksatria yang melindungi putri.
"BODOH!!!!...jangan kendorkan pertahananmu!!!!!" teriak Sephiria lewat jalur comm-link.
Rupanya, Alan tidak merasa takut dengan gertakan dari Sephiria. Dia sudah tahu bahwa
M4 Gouha Retsu tidak memiliki kekuatan sebanding dengan MS-nya, Crescent. Dengan
Cepat Crescent segera melesat mencari tempat lapang, agar bisa mengeluarkan senjata
yang cara penggunaannya baru saja dia ketahui.
"Rupanya beginilah maksud dari nama Crescent itu!!!!". Segera, Alan mencabut bagian
backpack dari MS-nya. "Tadinya kukira Backpack model Fatum ini, hanya dapat berfungsi
sebagai Lifter,....ternyata TIDAK juga!!!!!!!!"
Rupanya bagian sayap di Backpack Crescent dapat dilepas, dan berubah menjadi
Bumerang raksasa yang dapat memotong Metal seperti memotong mentega. Dengan
kekuatan pendorong, Crescent Cutter, sayap dari Crecent bergerak dengan cepat,
seolah memburu unit Reene dan Sephiria. Beruntung, mereka berdua langsung menyadari
hal itu, dan langsung berpencar menuju dua arah.
Sementara itu, di kapal ORB, Izanagi, nampak pasukan Orb sedang bersiap-siap untuk
melakukan peluncuran, guna mendukung sephiria yang memang memaksa untuk meluncur
duluan karena Reene dalam bahaya.
"OK Disini...Ryoma Radvolt" kata salah seorang pilot M4 Gouha Retsu "Kita akan segera
memberi bantuan pada MY HONEY Sephiria...tidak sopan kan membiarkan seorang gadis
menunggu terlalu lama".
"OK Ryoma-san!!!.....izin sudah diberikan! 'Ikazuchi unit' bisa segera meluncur!!!
Ryouma langsung menggerakan MS-nya menuju catapult guna bersiap siap untuk
meluncur.
"OK...tunggu aku MY HONEY!!!!" ujar Ryouma dengan mantap
"COURSE CLEAR!!!!!!!!!!!!!!"
"Radvolt Ryoma, Gouha Retsu IKIMASU!!!!!!!!!!!!!!"
segera pasukan MS dari Orb meluncur menuju medan perang, siap menghadapi pasukan
MS produksi masal milik para teroris, Mass production MW Rai.
----------------------------------------------------------------------------------
Ditempat lain, Shinn, yang harus menghadapi Weif semakin kewalahan, apalagi Weif telah
menunjukkan skill terbaiknya sebagai pilot, dan membuat Shinn mati kutu, tentu saja
Shinn adalah seorang pilot ACE, akan tetapi kenyataan bahwa thruster destiny rusak
karena tembakan Raven, serta spesifikasi Destiny yang memang lebih rendah membuat Shinn
harus menghadapi banyak masalah. Selain itu, yang menjadi masalah adalah kemampuan dari
MS bernama Raven ini sendiri. Selain dapat menggunakan Mirrage Colloid, dia juga dapat
menjamming sistem dari Destiny, sehingga sensor Destiny terkadang menjadi kabur.
Kelihatannya, perubahan bentuk kepala Raven menjadi kepala Gundam bukanlah sekedar
ganti hiasan saja.
"Cih...performanya meningkat drastis dibanding tadi....apa yang sebenarnya dia
pakai?" Shinn mengumpat dalam hati. "Dan dia sudah mempelajari gaya bertempur diriku
dalam waktu begitu yang singkat!!!"
Sepertinya Weif hanya ingin mempermainkan Shinn saja, dengan kecepatan yang sekarang
sudah pasti Destiny tidak akan bisa mengejar MS-nya. Dia merasa puas bahwa dia kini
bisa balik mempermainkan anggota FAITH yang tadi mengalahkannya. Walaupun spesifikasi
mesinnya memang lebih unggul, sekarang...tetapi hal ini tetap memberikan kepuasan
tersendiri.
Orang itu sempat merusak Raven! dia harus mendapat BALASAN yang setimpal.
Namun pada suatu kesempatan, Y rupanya sudah tidak sabar untuk menghabisi Shinn.
Dengan kecepatan tinggi Raven melesat kearah Destiny. Shinn, tentu saja secara
reflek juga mempersiapkan Palm Beam cannon-nya kembali untuk menyambut Raven.
BLAAAAAAAARRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!!!!!! Rupanya Y sudah mengantisipasi itu.
Dia sudah mengarahkan tembakannya menuju tangan kanan Destiny, sehingga Destiny tidak
bisa mengeluarkan Palm beam Gun. Tidak seperti tembakan sebelumnya, Kali ini tangan
Kanan Destiny BENAR-BENAR putus, setelah terjadi sebuah ledakan kecil di pergelangan
tangan
Shinn terpana melihat layar monitor yang menunjukkan status MS-nya.
"Tangan...kanan...Destiny...putus"
"Pak Shinn!!!!!!!!" Ritsuka yang melihat Shinn dalam keadaan bahaya langsung
memacu MS-nya, Imperial menuju tempat Shinn. Memang, Ritsuka belum mengenal Shinn,
namun dalam pertempuran ini posisi Shinn adqalah alasannya, dan mungkin
TIDAK ada pilihan lain bagi Ritsuka, selain menyelamatkan orang itu.
Akan tetapi, mendadak sebuah MS menghadangnya. MS itu adalah SPEARHEAD, dan pilotnya
tentu adalah Zelga Tosh
"Mau kemana kamu??...mau menolong pilot MS yang sedang kepayahan itu ya?" kata
Tosh sambil membuka comm-link channel. Rupanya tadi Alan sudah memberi tahu dia
tentang bagaimana cara mengontak MS lain yang berasal dari ZAFT berdasarkan data
daat yang ada didalam CRESCENT.
"Siapa kamu?" tanya Ritsuka pada orang yang belum dikenal itu.
"Namaku...ZELGA TOSH!!!, dan sekarang terimalah salam perkenalan dariku!!"
MS milik Tosh menghujani Imperial dengan tembakan 60MM CIWS-nya.
RATATATATATATA!!!!!!!!!!
Ritsuka merasakan seluruh MS-nya bergoyang terkena tembakan itu, walaupun tentu
saja efeknya hampir tidak ada, mengingat Imperial dilindungi dengan Phase Shift
Armor.
"Cih!!!" gumam Ritsuka jengkel dengan keterbatasan Imperial karena Imperial
memang belum sepenuhnya diselesaikan. Coba saja, seandainya DRAGOON system
sudah dipasang sebelum MS-nya dihujani tembakan dan Destiny dirusal, orang asing
bernama Tosh ini sudah dia musnahkan duluan dari jarak jauh.
"Minggir !!!!" Ritsuka mencabut beam Saber milik Imperial.
"Boleh juga semangatmu!!!!!!!!!" jawab Tosh "Kalau begitu akan kulayani kamu!!!"
lanjutnya sambil mencabut senjata pertarungan jarak dekat MS-nya, Beam Heat Hawk
Segera, Imperial terlibat pertarungan dengan MW Rai. Itu adalah pertempuran yang
cukup sulit buat Ritsuka, karena dia memang belum berpengalaman, sedangkan lawannya
adalah seorang pro.
-ZRASSSHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!-
-ZRASSSHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!-
-ZRASSSSHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!-
dua senjata sinar milik 2 MS beradu. Tiap kali Ritsuka berupaya mengincar bagian lemah
Imperial, entah kenapa Tosh selalu bisa membloknya. Ternyata, pertempuran sesungguhnya
memang berbeda dengan simulator. Dalam simulator, jika kita sudah terbiasa...maka kita
akan selalu bisa menebak bagaimana gerakan dan serangan A.I computer karena memang
sudah diprogram & memiliki pola khusus, namun dalam pertempuran yang nyata,....manusia
adalah lawan yang lebih tidak terduga.
Namun setidaknya, pengalaman menggunakan simulator memang cukup membantu Ritsuka supaya
tidak begitu 'canggung' dalam mengemudikan Mobile suit.
"Hmmm, kamu memang sangat bagus" komentar Tosh sambil terus mengontrol
gerak MS-nya "Sangat bagus untuk seorang amatir yang baru saja kenal dengan Mobile Suit!
aku sudah mengawasi gerakanmu...bahkan kamu lebih bagus dari WEIF saat dia masih amatir!"
"Oh iya????" Ritsuka merespon walaupun dia tidak begitu perduli siapa Weif itu. Ritsuka kini
membesarkan ukuran Beam sabernya secara mendadak.
"Buku pentunjuk mengatakan bahwa ini adalah HYPER BEAM SABER" kata Ritsuka "Senjata ini
tentu saja bisa menghasilkan serangan yang lebih kuat daripada kapakmu itu, belum
lagi didukung oleh kekuatan MS ini..............."
"YANG SECARA TEKNIS PASTI LEBIH UNGGUL DARIPADA MILIKMU!!!!!!!"
"Heaaaa!!!!" teriak Ritsuka agar nampak lebih menjiwai serangannya
"Ghu!!!!!" Tosh segera memblok serangan itu dengan Heat Hawknya.
-CRASSSS!!!!!!!!!!- serangan beam Saber ittu berhasil memotong Heat hawk milik Tosh!!
"Sial....aku lupa memperhitungkan kekuatan dan reaksi MS itu!!!!" teriak Tosh
IMPERIAL sebagai MS hasil project Overlord jelas mempunya Spec yang jauh lebih unggul
dibandingkan rata-rata MS sekarang.
-apa?-
Belum sempat Tosh mencabut senjata yang satunya lagi, sebuah pukulan dari tangan kanan
Imperial melayang mengenai sensor mata dari MS-nya
-PRAAAKKKK!!!!!!!!!!!!-
Secara tidak terduga, sebuah MS ikut-ikutan menendang SPEARHEAD-nya Tosh dari belakang
"Hyperion????" Ritsuka kebingungan
"ya Benar!!! ini aku!!!" balas pilot MS itu, Zeal Zigma "jangan takut!!!...akan kubantu
kamu anaknya Kira!!!!"
Tosh tahu bahwa Kamera utamanya sudah mengalami kerusakan, mengingat layar monitornya
cuma menampilkan gambar semut tumpang tindih sekarang. Dalam keadaan begini, tentu saja dia
tak akan dapat melanjutkan pertempuran. Segera, dia mengaktifkan auto pilot sebagai
pemandu jalan untuk kembali ke Gigantis dan mendapat perbaikan.
"Jangan dikejar Ritsuka!!!" perintah ZEAL "Menghabisi musuh yang sudah lemah bukan gayaku!!"
"Sori...tapi aku hbukan kamu..."
"Diam!!!" ZEAL membentak "INI Perintah!!!!!!!...cepat bantu yang lain!, pertempuran
belum SELESAI!!!!"
-----------------------------------------------------------------------------------------
Shinn, yang Destinynya rusak parah dan kehabisan energi untuk bergerak & PS armor karena
serangan Raven yang tadi, berusaha kembali ke Anette, meminta suplai.
Akan tetapi, Raven kembali menghadang Destiny di depannya dan menembakkan beam rifflenya
tepat kearah kokpit Destiny...........
"KUSO..." Shinn menggeram "Sampai disini sajakah?"
"Selamat tinggal, Shinn Asuka...semoga namau selalu diingat!" kata Y dengan penuh kemenangan.
BLAAAAAAAARRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!!!
terjadi ledakan kecil, dan ajaib, Shinn masih hidup! rupanya tembakan Raven telah ditahan
oleh sebuah ms misterius berwarna emas .
" Huh, inikah kemampuan seorang kapten ZAFT? payah! " kata pilot itu. "SHINN ASUKA yang
kutahu seharusnya JAUH LEBIH KUAT Dari ini!!!"
" si..siapa kau? kau musuh? se..sepertinya aku pernah mendengar suaramu!" tanya Shinn
saat menyadari bahwa ada transmisi masuk dari MS berwarna emas itu.
"Lebih baik kau DIAM dan lihat aku!!!. Oh ya, namaku Frass dan aku bukannlah ZAFT atau anggota
kelompok itu." balas Frass.
Raven pun mulai menghadang MS misterius itu dengam tembakan2 beam riflenya. Namun Frass
menyalakan sebuah alat yang meradiasikan sebuah cahaya yang membalikkan tembakan Raven
dan kembali ke arah Raven.
"Frass kah?...." kata Shinn sambil melihat bahwa MS yang menolongnya itu memiliki kemampuan
untuk membalikkan Beam.
MIRIP dengan MS emas yang dihadapi Shinn semasa penyerangan ORB dulu.
"seluruh tubuh MS itu adalah REFLECTOR anti beam???.....kalau begitu" ucap Y dengan
jengkel sambil mencabut Beam saber.
"BAGAIMANA KALAU KITA MAIN-MAIN di JARAK DEKAT!!!!???"
"Lebih baik kau pergi dan, kembalilah ke Ibumu!" kata Fraz "Kamu tahu nggak
kalau lawanmu itu nggak main-main loh, Mantan anggota FAITH beserta MS-nya..."
-ZRASSSH!!!!!!!!!-
Weif tidak perduli akan ejekan itu dan terus menyerang Frass. Akan tetapi Frass tidak
kesulitan menghindar dari serangannya, karena MS miliknya juga memiliki waktu
respon yang tidak kalah cepat. Dalam hal ini, Frass sangat berterimakasih pada teknisi
JUNK GUILD, bernama EINST REIJI dan NARENDRA PRASETYO yang sudah mengupgrade
MS miliknya habis-habisan beberapa bulan lalu.
"Responnya...." Wief mulain mengeluh "Mengapa MS emas itu memiliki Respon yang sangat
cepat!???...DAMN!!!"
Setelah merasa cukup puas 'bermain pada jarak dekat', Frass memacu MS-nya untuk sedikit
menjauh sebelum akhirnya melepaskan 2 buah Gunbarrel miliknya dari jarak jauh.
...TENTU SAJA UNTUK MENYERANG Y
"BLAAARRRRRRRRRRRR"
Tembakan Gun Barrel itu mengenai bagian bahu dan dada dari Raven. Tidak kritis memang,
akan tetapi itu sudah cukup untuk membuat Weif menyadari kondisinya sekarang.
"Guh!!!!!!!..." kini Giliran Weif yang mengumpat "Armor luar rusak? Tenaga tinggal
20%...cih, pasti habis karena aku sudah 2 kali pake Accel tadi!!!, lain kali
kamu akan kulayani..jika kondisiku MS-ku ini sedang Fit"
Segera Weif menyalakan thruster Raven untuk menjauh meninggalkan Destiny dan
MS emas itu, HYPER VELOCITY GOUF menuju ke kapal induknya, Gigantis diiringi Oleh Tosh
yang baru mengalami kerusakan kamera pada MS SPEARHEADnya.
Sebagai pilot berpengalaman, tentu saja Shinn & Frass tahu bahwa Weif hendak melarikan diri.
Tapi lebih baik tidak usah dikejar dulu. Itu bukanlah prioritas utama sekarang.
"Dia lari....beserta pasukannya" kata Frass sambil mengamati pasukan musuh yang juga
ikut-ikutan mundur karena dihajar IKAZUCHI unit.
" te..terima kasih telah menyelamatkanku.." kata Shinn.
"Ya..Ya..berterimakasihlah padaku itu sudah selayaknya kok" balas Frass.
Di sisi lain, Sephiria dan Reene berhasil mengalahkan Cresent. Untung, Grand Impulse
memiliki kecepatan yang sangat tinggi berkat Force Sillhouette permanen, yang bahkan
dapat mengalahkan kecepatan dan mengecoh Crescent Cutter yang memang baru 80% selesai.
Sephiria berhasil berhasil mengacau konsentrasi Alan, dengan terus menerus menyerang
Crescent dari dekat. bahkan, dalam 1 kesempatan, hampir saja Crescent Cutter mengenai
pemakainya sendiri. Menyadari bahwa keadaan sudah tidak menguntungkan, Alan segera
memutuskan untuk mundur.
"ah...Sephiria-nee, dia lari!!!!" kata Reene saat melihat MS itu lari
"Biarkan saja Reene!!!" jawab Sephira, "kita juga sudah kepayahan!!!"
Dari kejauhan, Ryoma Radvolt baru saja menyaksikan kekalahan pasukan teroris. Nampak
dari laayr monitor di kokpitnya pasukan yang tersisa segera memutuskan untuk mundur.
"bagaimana????...sudah lihat kan kemampuan Ikazuchi unit!!!!" Ryoma tertawa
terbahak-bahak.
"Oh iya...Letnan Radvolt!!, bagaimana dengan Letnan Sephiria??" tanya bawahannya,
"Sudah biarin saja!!!....toh dia memang diperintahkan untuk mengawal pilot
MS ZAFT yang namanya Grand Impulse itu kan?"
"O....kami juga sudah diberi tahu bahwa pilotnya adalah putrinya mentri zala!!
orang penting tuh!!!"
"Ah, jangan sebut-sebut itu lagi!!!" Ryoma rupanya tahu bahwa anak buahnya berusaha
menggoda dirinya "Yang diperintahkan oleh Komandan Yamato untuk mengawal sampai ke
dalam Annete kan bukan kita!!! tanggung jawab kita cuma sampai segini, diluar saja!!!"
"Ah...letnan itu!, letnan itu cuma ingin menutupi b...."
"Kalian semua diam!!!!!!!!!!" potong Ryoma "Sekarang mari kita semua kembali
ke Izanagi!!!!, kita kan masih harus menunggu briefing selanjutnya"
------------------------------------------------------------------------------------------
"Ini unit Asuka!!!!...Oiii...Luna, jangan pasang wajah sedih begitu dong!!!, perintahkan
untuk buka dek!!!" Shinn menghubungi Luna untuk memgbuka dek Annete untuk pasukannya.
Akan tetapi Shinn tahu bahwa Luna dalam kekuatiran besar. Siapa yang tidak kuatir
melihat Destiny yang sudah kehabisan tenaga dan rusak berat?.
Shinn, Sephiria, Reene, dan Ritsuka serta Zeal pun kembali ke Anette dan disambut Lunamaria yang
memeluk Shinn. Kekuatiran & kebahagiaan terbersit dengan jelas diwajah Luna. Bahkan matanya
hampir meneteskan air mata.
"kukira kau akan mati, Shinn!!!...kamu Bodoh!!! kamu memang Bodoh!!!!" luna memukul-mukul
dada Shinn.
"Memang aku bisa mati secepat itu?" Shinn tersenyum, "ini semua karena Frass, si pilot MS
emas itu! berikan kredit padanya"
kata shinn sambil menunjuk Frass yang baru turun dari MSnya dan membuka helm. Tiba2 Luna kaget,
dan ketika Shinn membalikkan badan, ia berkata:
"Haine?...Haine Westenfluss?" mata Luna terbelalak "Bu..Bu...bu...bkankah kau..."
maat Luna terbelalak meliha Frass
"Yo!!" Frass menyapa "Aku baru saja kembali dari Surga..."
"Haine...Westenfluss?" Reene & Sephiria juga menyaksikan kejadian itu sambil turun dari MS-nya
"Siapa dia ya????" kata Reene dalam hati.
Gouha Retsu Sephiria mendarat di hanggar Annete diikuti Grand Impulse, Imperial, dan Hyperion.
Sephiria membuka kokpit dan langsung meloncat menuju...REENE.
"Reeneeeeeeee!!!!! KITA LOVE LOVE FIRE YUK!!!!!" sebuah pelukan segara mendarat kepada Reene.
"aduh!!! Sephiria nee!!!....aku..." akan tetapi nada Reene pelan-pelan berubah. "Un...aku senang
Sephiria nee!, kamu tadi keren!!! seperti seorang...."
"...Ksatria yang melindungi putri ya Reene" sambung Sephiria
"Un..."
pada saat itu Ritsuka memutuskan untuk cuek saja, karena dia tahu hubungan Reene dan Sephiria
itu seperti apa, yang jelas...MEREKA TIDAK MUNGKIN CUMA SEKEDAR TEMAN. Bukan kali pertama
Ritsuka melihat pelukan mesra antar sesama jenis itu. Dia tidak ambil pusing sih, karena baginya
mencampuri kehidupan pribadi orang lain itu memang tidak baik. Lebih baik dia menemui ZEAL
ada beberapa hal yang harus dia pelajari dari orang itu.
"EHM" terdengarlah suara yang sudah sangat-sangat familiar di telinga Sephiria.
Disusul dengan perkataan "Kamu mau peluk anakku sampai kapan?"
"Wa...!!!!" Sephiria spontan terkejut. Segera dia lepaskan pelukannya dari Reene dan
menoleh kebelakan untuk menemukan bahwa suara itu berasal dari.....
"CAGALLI-SAMA!!!!!!!"
melihat Cagalli Sephiria segera mengubah sikapnya. "hai! Letnan Sephiria Heartnet! senang berjumpa
melihat keadaan anda baik-baik saja!!!!!...saya dan IKAZUCHI unit diperintahkan oleh KOMANDAN YAMATO
untuk menolong anda" ucap Sephiria formal sambil memberi hormat.
"sudahlah, tak usah seperti itu" balas Cagalli. "Aku cuma heran, mengapa Kira mengirimmu...ya kan?
pelaku pelecehan SEKSUAL?? Onna no Okami, SERIGALA WANITA...SEPHIRIA HEARTNET!!!"
"ah...kalau itu.." Sephiria tergagap-gagap, memang benar sih Reputasi Sephiria sebagai
'serigala wanita' memang sudah cukup terkenal, dan memang benar juga dia pernah 'memakan'
beberapa cewek KOHAI (Junior-nya) tapi sungguh mati, Sephiria tidak merasa pernah melakukan SEKUHARA
(Sexual Harrasment), terlebih....dia justru merasa yang dia lakukan membuat mereka berbahagia.
lagipula CINTA SEJATInya ada pada seorang cewek yang sudah selalu bersamanya sejak kecil,
sellau menghabiskan waktu bersama, selalu mendukungnya, selalu memberikan kehangatan,
dan...dsb
Cewek yang dimaksud Sephiria tidak lain dan tidak bukan adalah cewek yang kini masih bergelantungan
di dedekapannya...yaitu REENE ZALA.
"Sephiria nee....pelukanmu demikian hangat....aku kangen..."
Sephira bisa melihat bahwa Reene sekujur tubuh Reene kini seolah dipenuhi dengan Aura berbentuk
Hati. Sepertinya tidak perlu dijelaskan apa maksudnya itu....
Cagalli mengusap-usap wajahnya sendiri. Lebih baik dia berhenti mengatai Sephiria, soalnya
dia takut perkataannya itu melukai hati anaknya, maklum Reene selalu nampak bahagia bila ada
Sephiria dan juga cewek itu tidak suka perasaan Sephiria disakiti.
'Melukai perasaan Sephiria-nee sama saja melukai perasaanku, soalnya kami SEHATI!!' kata
Reene beberapa waktu yang lampau pada Cagali saat Cagali mencoba menegur Sephiria mengenai
kedekatan mereka yang 'agak gimana' begitu.
-----------------------------------------------------------------------------------------
Cagali memutuskan untuk berbicara lebih lanjut dengan Sephiria di ruang santai, supaya
tidak ada yang mengganggu mereka, tetapi tentu saja...REENE turut serta.
"jadi Kira yang menyuruhmu kemari?". Tanya Cagali
"iya, komandan Kira memerintahkan untuk mengawal menteri Zala sampai ke ORB, Ikazuchi unit
sudah siap di kapal Izanami! jadi anda tidak perlu terlalu kuatir". jawab Sephiria "Kami
tidak bisa membiarkan orang berpengaruh dalam hirarki pemerintahan ORB dalam
bahaya"
Cagalli meminum tehnya sebelum melanjutkan. "aku benar2 bingung, bagaimana aku harus menghadapi
Athrun jika dia tahu kalau...".
"Jadi anda BELUM memberitahu Chairman Zala secaralangsung kalau REENE dan RITSUKA memiloti X57 dan
X666B?" potong Sephiria yang segera dijawab dengan anggukan oleh Cagali
"Aku tidak melaporkan...Kapten LUNAMARIA HAWKE yang melaporkannya, aku cuma takut kalau Athrun
jadi tertekan karena laporan itu...Athrun kan tidak pernah ingin anak-anaknya seperti kami
dulu"
"Gomen, mama...habisnya..." potong Reene "Akukan sudah bilang waktu itu alasannya...lagipula
aku kan tidak sendirian, saat bertempur Grand Impulse melindungiku, demikian juga Ritsuka.."
Reene melepaskan pegangannya pada Sephiria
Sephiria jadi merasa kasihan pada adiknya yang tercinta dan tersayang itu. "Sudahlah! biar aku
yang membereskan sisanya sampai ORB!...jangan kuatir, semuanya akan baik-baik saja! kamu
tetap bisa bersekolah kayak biasa kok setelah ini" Sephiria meletakkan jari telunjuknya di bibir
Reene yang lembut, untuk menghibur anak itu, sedangak Reene merasa sedikit terhibur karenanya.
"oya! aku lupa menghubungi Izanagi! gawat!"
Ritsuka jadi malas untuk ambil bagian dalam 'pembicaraan itu dan jalan2 di koridor untuk menenangkan
diri. hanya dalam waktu 2 hari, kehidupannya yang damai terusik oleh perang. Tapi, Ritsuka
tidak merasa hal itu buruk. Apalagi kini dia memiliki kesempatan untuk mengendarai sebuah mesin
yang mirip dengan mesin yang dipakai 2 musuh ayahnya semasa perang.
"apa kata ayah nanti kalau tahu?...walaupun begitu aku merasa ini kesempatan bagus! dengan menaiki
X666B aku memiliki kesempatan untuk mengalahkan Ayah, aku sudah MUAK terus menjadi bayang-bayang orang
MUNAFIK itu"
-----------------------------------------------------------------------------------------
Kembali di hanggar, percakapan antara Shinn & Luna dengan Frass masih berlanjut. Shinn
hampir tidak percaya bahwa Haine masih hidup dan menampakkan diri kembali setelah 16 tahun,
demikian pula Luna. Mungkin ini sudah saatnya untuk PERCAYA bahwa keajaiban itu memang ada.
"Ya, aku tahu perasaanmu Shinn, tapi inilah aku. Aku masih hidup.." kata Frass dengan santai
"Tapi.. Bagaimana bisa???" kata Luna yangmasih keheranan
Haine menjawab sambil tersenyum "Yah.. Setelah ditebas oleh MS hitam itu, GAIA aku tidak tahu apa2
lagi. Tapi ternyata aku masih hidup dan Aku dirawat oleh orang2 ORB, Tetapi rasanya aneh, tiba2 gen
Coordinatorku hilang..."
"Hi.. Hilang?? Bagaimana bisa???" Shinn tambah bingung
"Aku juga tidak tahu, entah kenapa, setelah itu kemampuan fisikku menjadi tidak ubahnya seperti Natural.
tetapi itu bukan MASALAH, karena aku mulai menyepi untuk membangun hidup baru tanpa perang. Ternyata,
pada suatu hari aku mendengar bahwa ada sekelompok teroris yang menyulut perang, dengan ZAFT sebagai
sasaran utamanya, Makanya aku memutuskan untuk membantu kalian."
"Lalu, MS ini???" tanya Shinn sembari menunjuk MS berwarna keemasan yang tadi ditumpangi
Frass
"Oh ini. ZGMF X-3000 Hyper Velocity Gouf.. Aku secara tidak sengaja menemukannya beberapa tahun
lalu dalam sebuah kontainer di reruntuhan kapal ZAFT, sepertinya ini adalah Prototype yang hilang,
Lalu aku mere-build MS ini hingga menjadi seperti ini, dengan bantuan teknisi dari JUNK GUILD
tentunya, Oh ya, apakah aku bisa bergabung dengan Annete???" Frass kembali bertanya.
Luna menjawab "Aku akan mencoba bertanya kepada Chairman Athrun terlebih dahulu..."
Shinn menepuk bahu Frass "Aku tebak Chairman bakal TERKEJUT setengah mati mendengar kalau kamu masih
hidup!!!"
"terkejut?...tentu dong!!" gumam Haine "Akan tetapi rupanya sudah banyak hal yang berubah dalam
16 tahun ini...si Athrun sudah menjadi Chairman, Luna sudah menjadi kapten...dan kamu.."
Shinn terdiam sejenak
"Ya benar Frass, aku bukanlah Shinn yang dulu...waktu memang dapat mengubah seseorang,
lagipula aku sudah bukan anak-anak lagi sekarang"
-----------------------------------------------------------------------------------------
Di PLANT, kabar bahwa kapal perang baru ZAFT yang mengangkut keluarga Chairman diserang
teroris sudah menyebar dengan cepat. Berbagai koran dan majalah langsung menjadikannya Headline,
sedangkan perkembangan tentang keadaan ANNETE yang terbaru, serta kabar terakhir setelah
pertempuran singkat di COPERNICUS CITY menjadi tajuk utama berbagai berita. Hanya menunggu waktu
sampai Berita heboh ini sampai di Bumi.
Athrun merenung di ruangannya, belum lama Kapten lunamaria Hawke yang bertanggung jawab pada
ANNETE melaporkan padanya bahwa Reene dan Ritsuka 'karena keadaan tertentu' menjadi pilot
dari 2 prototype terbaru dari Project OVERLORD, Grand Impulse dan Imperial.
Tidaklah mudah menghadapi kenyataan kalau putri dan keponakannya menjadi pilot MS, satu hal yang
dia hindarkan dari keduanya, sesuai dengan persepakatannya dengan Kira bertahun-tahun lalu
"Mari kita bangun Dunia yang damai, supaya anak-anak kita tak perlu berperang".
Akan tetapi sebetulnya Athrun cuma takut kehilangan anaknya, singkatnya dia sangat-sangat kuatir
Belum lagi dengan masalah teroris. Hari ini baru saja ada pertemuan darurat yang
membahas masalah itu, dan Athrun sendiri juga masih bingung untuk mempercepat produksi
masal 2nd millenium series karena memang itu tidak sesuai dengan komitmennya.
gambar Shinn muncul di layar dekatnya. sebagai FAITH, Shinn memiliki akses khusus yang langsung
menuju pimpinan ZAFT.
"Shinn Asuka melapor, Annete saat ini akan berangkat dari dari COPERNICUS CITY".
"bagus! usahakan agar tak terjadi gangguan" perintah Athrun. "Bagaimana dengan penyerangan
para teroris itu terhadap Copernicus city?"
"Tentu saja kami dapat mengalahkan mereka!, bahkan kami bisa meminimalkan kerusakan sekaligus
memukul mundur mereka, berkat bantuan dari IKAZUCHI UNIT-nya ORB"
"Ikazuchi unit?" batin Athrun "KIRA ya?...sebaiknya aku segera menghubungi dia untuk mengucapkan
terimakasih"
"Masih ada lagi yang ingin kau beritahukan Shinn?" tanya Athrun
"baik! eh... maaf chairman Zala...".
"ada apa?" tanya Athrun.
"sepertinya, ada yang ingin bicara dengan anda...kapten Haine".
"Haine?!!"
"HAINE!!!!!!!????????" Athrun terperanjat melihat wajah orang yang muncul di layar itu. Masih Haine
yang sama dengan dulu, hanya dalam wujud lebih tua, serta mukanya dipenuhi dengan berbagai Codet.
"WAAAAAA!!!!...MAYAT HIDUP...HANTU!!!!!...ZOMBIE!!!..." teriak Athrun (nyaris meloncat dari kursinya)
karena memang dia belum pernah melihat ada orang yang 'kembali dari kematian' kecuali Mayor Fllaga mungkin.
Athrun menarik nafas untuk menghilangkan rasa SHOCK-nya setelah melihat 'mayat hidup' itu.
"Jadi ternyata Haine masih hidup??" kata Athrun setengah tidak percaya.
"Ya Chairman, dan ia ingin membantu kita di Annete?? Bolehkah??" tanya Shinn.
"Boleh saja sih...Tapi Bagaimana caranya dia bisa HIDUP!!! Aku melihat jelas-jelas Mobile Suitnya
terbelah sata menghadapi GAIA!!!!??...lagipula KEMANA SAJA KAMU selama 16 tahun ini?"
"nanti akan kuberi tahu setelah kita bisa bertemu" jawab Frass "lagipula inilah saatnya kamu percaya
dengan yang namanya KEAJAIBAN!!...Btw..."
"...Kamu ternyata GAGAH juga ya saat menjadi Chairman!! tidak kalah dengan Dullindal, tapi
aku cuma bingung...BAGAIMANA ornag seperti kamu bisa jadi Chairman??" kata
Frass sambil mengawasi penampilan serta gaya berpakaian Athrun.
Athrun mengangguk - angguk, tentu saja masih butuh waktu lebih lama untuk menghilangkan rasa
kagetnya.
."Oh ya, 1 hal lagi, aku sudah mengirim Daisuke ke sana. Kalian jangan pergi dulu."
"Daisuke?? Anak angkat Pak Waldfeld itu???"
"Ya. Kusuruh dia untuk melindungi pilot2 muda kita.."
"Oh, OK kalau begitu."
Athrun mematikan koneksinya dengan Shinn.
"jadi HAINE masih hidup ya?...mungkin setelah ini giliran NICOL, RUSTY dan MIGUEL untuk kembali...
dan aku akan segera menyadari bahwa hidupku ini hanya mimpi belaka" kata Athrun pada dirinya
sendiri.
-----------------------------------------------------------------------------------------
Reene memutuskan untuk pergi ke hanggar kembali berlatih menggunakan Grand Impulse. ada
perasaan seolah-olah menginginkan dirinya memiloti MS itu"
"ah, sedang apa disini?" Zeal menegurnya.
"aku...ehm...aku..." jawab Reene gugup.
"Grand Impulse sedang diperbaiki di sebelah sana. masa kaumu tidak lihat?" tanya Zeal.
"bu...bukan itu... ehm...ano... Zeal-san, bisa ajari aku TRIK-TRIK Mengendalikan MS?".
"heh?" gumam Zeal heran. "Kenapa tidak minta pada Pak Shinn saja, kamu tahu aku ini
BISA APA?"
"Tapi Zeal-san kan DIJULUKI Vanishing Knight!!!, pasti ada alasan kalau Zeal-san sampai
punya julukan sekeren itu"
"tsk..tsk..tsk..Salah..bukan Vanishing Knight!!!" jawab zeal "Julukanku yang sebenarnya
adalah RISING KNIGHT"
"tapi..tadi kan katanya VANISHING KNIGHT? apa aku yang salah?"
"Tentu kamu yang salah" jawab Zeal pura-pura tidak tahu, walaupun tadi dia bilang bahwa
julukannya adalah VANISHING KNIGHT.
"Yang benar adalah RISING KNIGHT Hime-sama!!!"
namun, setelah debat yang tidak bermutu selama 10 menit, akhirnya Zeal menyanggupi juga
Reene dan Zeal lalu menuju tempat Grand Impulse untuk mempelajari 'jurus-jurus'
ampuh dalam bertempur ala ZEAL ZIGMA
"Reene?" Sephiria yang menyusul menegurnya "sedang apa kau?".
"hanya sedikit latihan..., aku kan perlu belajar dari orang yang berpengalaman!" jawab Reene
"wah...kau diajari oleh ZEAL ZIGMA-ya?" kata Sephiria sambil memandangi Zeal, yang
senyum-senyum sendiri diluar kokpit Grand Impulse.
"Bagus itu Reene, mungkin kamu BISA belajar banyak dari dia...si DEMON OF RAZGRIZ"
"RISING KNIGHT!!!!!" protes Zeal "Sejak 3 jam lalu saya bukan lagi DEMON OF RAZGRIZ!!!"
-----------------------------------------------------------------------------------------
Annete meninggalkan COPERNICUS city beberapa jam kemudian. Setelah menikmati perjalanan
yang cukup tenang menuju bumi dengan pengawalan dari kapal perang IZANAMI milik Ikazuchi
unit, Daisuke Waldfeld akhirnya menyusul datang ke Annete dengan Mobile Suitnya, PHOENIX
STRIDER yang merupakan MS hasil Scratchbuild Dr. Daniel Eliezer salah satu otak dari Project
OVERLORD.
"Selamat datang, Daisuke!! Kami sudah diberitahu oleh Chairman tentang kedatanganmu."
Sambut Luna.
"Terima kasih, Commander Lunamaria. Oh ya, di mana Ritsuka Yamato?? saya harus segera menemui
dia"
"mungkin di kamarnya.."
"Terima kasih atas informasinya, Luna.." Jawab Daisuke sambil tersenyum..
"MEngapa orang itu begitu terburu-buru menemui anaknya KIRA YAMATO?" gumam Luna sambil
melihat Daisuke berlari
Di kamarnya Ritsuka sedang melamun, ketika pintu kamarnya terbuka.
"Halo Ritsuka, lama tidak jumpa eh???"
"Daisuke-san!!! Sedang apa kau di sini???"
"Aku ditugaskan oleh pamanmu untuk membantu kalian yang baru di sini." jawab Daisuke.
"Oh.. Baguslah kalau begitu." Ritsuka menjawab dengan datar & cuek
seperti biasanya
"Oh ya, tadi kulihat kau sedang melamun. Kenapa???" tanya Daisuke cemas
"Ah.. Tidak, sebenarnya aku sedang memikirkan keputusanku untuk menjadi pilot di sini..."
"Hah?? Kenapa???" Air muka Daisuke berubah serius.
"Karena.. Karena..., aku tidak bisa menjawabnya sekarang.."
"Begini Ritsuka. Ayah ibumu menikah pada masa muda mereka. Sekarangpun kau sangat muda, 15 tahun.
Ayahmu pun mulai ikut perang pada umur 16 tahun. Kalau kubilang, kalian masih terlalu muda untuk
ikut perang. Tapi, aku memakluminya. Asal kalian harus bersungguh-sungguh!! Jangan pernah main2
dengan perang... Aku tidak ingin melihat kau dan Reene kehilangan masa muda kalian dengan sia2 saja.."
Kata Daisuke memaklumi.
"Terima kasih!!! Sebenarnya, aku takut pada ayahku nanti ketika aku sudah sampai di ORB. Dia masih
belum tahu kalau aku akan memiloti MS baru.." Kata Ritsuka.
"Oh, masalahnya begitu!!! Yah, mungkin kau memang harus jujur pada ayahmu... Tapi keputusan terakhir
ada di tanganmu!!!"
"Bailah....KALAU BEGITU, aku akan bilang secara terang-terangan sama dia BAHWA aku ingin bergabung
SECARA RESMI pada kemiliteran dan MELEPASKAN DIRI dari bayang-bayangnya!!!" Ritsuka menanggapi
"Sudah kubilang....itu semua terserah kamu, Memang sulit menjadi anak seorang KIRA YAMATO,
akan tetapi..sekali kau bisa lepas dari bayangan ayahmu aku percaya bahwa kamu dapat mengungguli
dia" jawab Dai.
"Bagus kalau begitu...hahahahahahahaha, aku akan berusaha melampaui dia MULAI sekarang" Ritsuka
memandangi dinding sambil tertawa, dengan tawa yang sangat mengerikan. sementara Daisuke menyadari
...ada suatu aura yang mengerikan tengah menyelubungi Ritsuka.
"Ritsuka....cukup dengan melihatmu dari sini saja aku MENYADARI bahwa KAMU berbeda..."
Batin Daisuke "KIRA YAMATO tidak memiliki hawa yang menakutkan seperti ini...sedangkan kamu.....
kamu memang benar-benar TIDAK MIRIP dia....."
TO BE CONTINUED==================
jadi ini versi clean nya, yg udah diedit, dan merupakan gabungan dari beberapa postingan.
kalo yg versi raw nya, kayak gini...
==================
SepiÖ. Itu yang Reene rasakan saat ini. Dibalik jeruji besi dan dilantai yang dingin, makanan untuk tawanan yang tergeletak dan terabaikan, baju pilot ZAFT yang dulu dipakainya sekarang diganti dengan baju compang camping bergaris hitam dan putih secara beraturan.
Sudah setahun dia ditahan disini, 9 bulan sebelumnya dia masih bertenaga, masih terlihat seperti dia yang dulu, tapi sekarang? Reene tergeletak tak berdaya, tubuhnya kurus, bibirnya yang sebelumnya selalu menampilkan senyuman ceria sekarang kering.
Dia melihat ke sel disebelahnya, kosong. Zeal Zigma, kapten ZAFT sekaligus mentor dan pembimbingnya sudah tidur bersama para ikan. 2 bulan yang lalu dia meninggal dunia dan para penjaga membuang mayatnya ke laut bersama sampah-sampah yang lain.
Reene tidak bergerak. Dia sudah tidak punya tenaga lagi untuk melakukan apa-apa, dia memikirkan Ritsuka, ayah ibunya, kru Annete dan Sephiria. Apa yang mereka lakukan sekarang ya? Mungkin ayahnya tercinta sudah berhasil diselamatkan, mungkin orang tuanya menyesal membiarkan Reene masuk militer, mungkin Ritsuka sekarang sudah menjadi kapten menggantikan Zeal, mungkin Sephiria sekarang masih sedih.
Reene mulai mengantuk, tapi dia tahu tidur kali ini akan berlangsung sangat lama. Dia tidak peduli, Reene menutup matanya,. Dia tidak melihat kegelapan, tapi cahaya. Cahaya itu semakin lama semakin dekat dan terdengar suaraÖ.
ìHime-samaÖÖ bangunÖî
Reene membuka matanya perlahan, dan samar-samar terlihatÖ. Wajah seekor kera! Reene terkejut dan langsung loncat dari tidurnya sambil berteriak kaget. Kera tersebut lari dan menyelip ke lubang ventilasi yang terletak di atas pintu kamar.
Kamar? Sebenarnya ada dimana Reene sekarang? Yang dia lihat hanya dirinya yang hanya berpakaian dalam saja dan sedang berada di atas ranjang kecil, disampingnya terlihat sebuah meja coklat dan diatasnya ada semangkuk sup yang sepertinya baru saja ditaruh disana. Reene mendapati dirinya terbangun di sebuah kamar kecil tapi nyaman, di sebelah kasurnya terdapat jendela yang hanya terlihat air diluar.
ìIniÖ dimana? Sedang apa aku disini? DanÖî Reene berhenti sejenak dan melihat dirinya sendiri yang tubuhnya hanya ditutupi oleh pakaian dalam saja ìKenapa aku berpakaian seperti ini?î tanyanya dengan ekspresi wajah yang aneh.
Cklek terdengar bunyi kenop pintu yang diputar, terdengar suara berderik yang berasal dari pintu yang mulai terbuka, terlihat sesosok bayangan dari balik pintu. Dengan sigap Reene menyembunyikan dirinya di balik selimut.
Tap.. tap.. tapÖ suara langkah kaki terdengar makin lama makin jelas, Reene tetap tidak bersuara. Dia menahan nafasnya, dia belum cukup yakin untuk ëmenyambutí orang yang semakin mendekat itu.
Suara langkah kaki itu berhenti. Reene memejamkan matanya, badannya yang kecil bergemetar dibalik selimut putih yang dia pakai. Tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang bergerak di atas badannya. Masaka? Apa orang ini orang mesum? Apa dia sedang menggerayangi Reene sekarang? Reene mulai berkeringat, air mata mulai terlihat di matanya yang terpejam ketakutan.
Reene merasa ësesuatuí itu mulai bergerak ke arah wajahnya, dan sewaktu beban yang diberi kepadanya terasa hilang, dia membuka mata dan sesuatu yang berbulu, memandang dia dengan pandangan polos. Setelah beberapa saat Reene baru tersadar, monyet yang tadi! Spontan Reene langsung lompat dari tempat tidurnya sambil berteriak kaget dan mendarat di landasan yang keras; lengan.
Reene perlahan-lahan menolehkan kepalanya ke arah pemilik lengan yang kuat tersebut. Seorang pria, tubuhnya berotot, matanya berwarna coklat, rambutnya yang berwarna hitam, menutupi kepalanya sampai bahu.
Hening sejenakÖ sampai akhirnya si pria tersebut mendehem lumayan keras yang mengembalikkan fokus Reene terhadap situasi sekarang. Pipi Reene merona merah muda, cepat-cepat dia turun dari lengan orang itu dan pura-pura merapikan rambutnya untuk menyembunyikan perasaan malunya.
Oh tidak.. pikir Reene. Beberapa detik yang lalu dia baru saja didekap oleh seseorang yang berbeda gender dengan dirinya, sedangkan Reene hanya berpakaian pakaian dalam saja, apa yang akan Ritsuka katakan soal kejadian ini?
OwÖ pikir Reene. Sebaiknya Ritsuka tidak diberitahu soal ini, Ritsuka tidak suka jika ada orang apalagi pria yang dekat-dekat dengan Reene. Mungkin karena itu dia membenci Zeal dan bersikap sarkatis kepadanya.
ì
Reene Zala?î suara pria itu terdengar. Reene menoleh dan menjawab ìItu akuî jawabnya sambil menutupi dirinya dengan selimut.
ìBos ingin bertemu dengan anda, saya Oscar Guiterez. Saya diperintahkan untuk mengantar anda ke ruangannya,î Pria itu memperkenalkan dirinya sebelum melanjutkan omongannya ìErrÖ kita hanya punya sedikit waktu jadi tolong segera berpakaianî Pria itu membuka pintu dan menutupnya setelah dia keluar.
Bos? As if one terrorist leader is not enoughÖ pikirnya.
Reene memasukan kepalanya ke T-shirt berwarna pink yang baru saja sadari ada di bawah tempat tidurnya. Kapten Zigma sebenarnya kemana ya? Reene meraih kenop pintu, memutarnya dan mendorongnya diiringi suara berderik.
ìTempat ini besar sekaliÖî gumam Reene yang terdengar jelas.
ìYeah, wellÖ kami memang bekerja keras dalam hal ëbandití ini. Kebanyakan anggota kami berasal dari anak yatim piatu yang kehilangan keluarganya akibat perang. TIDAL SEA tidak membeda-bedakan Natural atau Coordinator, bagi kami semuanya sama sajaî
Waw, ternyata masih ada juga orang-orang yang seperti ini. Tidak membeda-bedakan antar ras, mengingatkankuÖ kepada ORBÖ
Selagi mereka berjalan menuju ruangan ëBosí Reene melihat dan menyaksikan bagaimana kehidupan bandit sebenarnya. Di buku-buku, di berita, di film mereka digambarkan sebagai gerombolan kejam yang tega ëmakan teman sendirií dan tidak ragu-ragu mencabut nyawa.
Tapi sesampainya dia disini dan menyaksikannya langsungÖ dia merasa kagum dan merasakan kehangatan sebuah keluarga disini..
ìKita sudah sampaiî
Oscar membuka pintu double door yang terpampang di hadapan Reene. Di dalamnya terlihat meja untuk rapat yang panjang dan disampingnya terpasang beberapa kursi berwarna silver. Di salah satunya Zeal Zigma duduk sambil merapatkan tangannya, wajahnya terlihat serius.
ìZeal-taichou!î Reene berseru.
Zeal menoleh, keseriusan wajahnya sedikit hilang ìReene, datang juga kau. Ayo dudukî katanya sambil menarik kursi disebelahnya.
Reene duduk. ìMenikmati kediamanmu disini putri ZAFT?î terdengar suara seseorang. Reene baru sadar ada orang lain selain dia dan Zeal di ruangan ini. Di seberang dari kursi Reene, seorang pria tua yang dari wajahnya terlihat berumur 50-an duduk. Dia memakai jaket berbulu untuk musim dingin dan memakai topi ala Rusia.
Di sebelahnya berdiri seorang remaja yang kelihatannya berumur 16 tahun, kulitnya berwarna sawo matang dan matanya sedikit sipit, kelihatannya dia dari Asia. Sejak Reene masuk ke ruangan dahinya mengerenyit.
ìBaiklah karena kita semua sudah ada disini bisa kita lanjutkan pembicaraan kita tadi?î Tanya si pria tadi ìOh iya, karena nona muda ini baru tiba, bagaimana kalau kita ulang sedikit apa yang kita bicarakan tadi? Namaku Igor dan ini Narugawa,î ujarnya memperkenalkan diri ìMungkin anda sudah tahu nama organisasi yaitu TIDAL SEA dari Oscar. Dan sekarang kapten Zeal Zigma dan saya sedang membahas tentang penahanan kalian disiniî
ìTuan Igor ini menawarkan pembebasan kita Reene, tapi dengan syarat.î Ucap Zeal
ìSyarat?î
ìSalah satu anggota kami, Igniz. Ditangkap oleh kapal induk kalian. Kami menawarkan penukaran tawanan dengan pemimpin kalian; kalian berdua ditukar dengan Ignizî
Reene mendelik ìLalu apa masalahnya?î
Igor mengambil sebatang cerutu dari sakunya, menyalakan lalu menghisapnya ìSepertinya aksi kami sebagai bandit menarik perhatian petinggi ZAFT. Beberapa MS kami aslinya MS milik ZAFT. Ambil saja contoh Ginn Wasp, sebenarnya kami mempunyai beberapa unit Zaku tapi tidak kami gunakan dalam pertempuran dalam air,î Igor menghisap cerutunya dalam-dalam dan menghembuskannya ìDan sepertinyaÖ kapal induk kalian diperintahkan untuk membawa Igniz ke pangkalan terdekat untuk ditransfer ke penjara disana.î
ìPetinggi ZAFT di daerah sini memang lumayan kesal terhadap TIDAL SEA yang selalu menyerang supply transport ZAFT.î Zeal menambahkan.
ìJadiÖ. Apa tugas kami?î Reene bertanya.
ìSimpel.î Igor berkata ìKalian hanya perlu mengembalikan Igniz kepada kami dan kalian akan kami bebaskan.î
ìRencananya begini, TIDAL SEA akan mengikuti Annete sampai ke pangkalan ZAFT tersebut, setelah itu kita berdua dan beberapa dari TIDAL SEA akan menyelinap kesana, membebaskan Igniz dan kembali kesini. Tentu saja mereka tidak boleh tahu kita dari Annete karena itu ini akan menjadi ëcovert missioní.î Zeal memberi tahu.
ìTapi apa Annete tahu soal ini.î Reene kembali bertanya.
ìTentu. Kami sudah memberitahu Annete dan mereka setuju.î Igor berkata sambil mematikan cerutunya. ìBagaimana? Kalian mau?î
Reene tidak melihat alasan kenapa dia harus menolak ìKami terima.î
Narugawa mendecik ìKenapa kita harus meminta bantuan mereka? Kenapa tidak kita saja yang pergi?î
ìKarena kita sudah terlalu banyak membuat masalah Narugawa, lagipula ini juga syarat mereka untuk dibebaskanî Igor menjelaskan.
ìDibebaskan? Kenapa mereka tidak dibuang saja ke lautî Narugawa mencibir.
ìSatoshi! Jaga omonganmu!î suara Igor mendadak menjadi keras.
Narugawa masih terlihat marah, dia berjalan cepat ke pintu dan keluar dari ruangan.
Igor menghela nafas, dia memijat-mijat dahinya ìMaafkan diaÖ tapi keluarganya tewas dalam perang jadi dia menyalahkan ZAFT dan EAF atas kematian keluarganya.î
ìAh.. tidak apa-apa, wajar saja kalau dia membenci kami.î Zeal memaklumi.
NarugawaÖ SatoshiÖ..
Zeal berdiri ìBaiklah, karena semuanya sudah dijelaskan, kami mohon diri dulu.î Zeal memberi isyarat kepada Reene dan dengan segera Reene mengikuti kaptennya itu.
Zeal mengantar Reene ke kamarnya, kamar yang cukup nyaman. Wallpapernya berwarna biru, ada tempat tidur yang kelihatannya sangat empuk, sebuah intercom, toilet, lemari baju yang sama seperti yang dia lihat di kamar sebelumnya.
ìBaiklahÖî Zeal menarik nafas ìKita sebaiknya mengikuti apa kata mereka sementara.î
Reene duduk di tempat tidurnya, dia melepaskan kancing-kancing bajunya, perbuatannya itu menarik perhatian Zeal yang melihatnya dengan satu alis terangkat.
ìErrrÖ. Sedang apa kau?î Tanya Zeal.
Reene melepas bajunya dan menaruhnya di atas kasur ìBukannya sudah jelas? Aku ingin mandi,î Reene mendorong Zeal kearah pintu kamar ìWhich is why Zeal-taichou harus keluar dulu dari sini.î
Pintu kamar ditutup sebelum Zeal sempat berkata apa-apa.
***
Reene-chanÖ.
Athrun berdiri di depannya, wajahnya tersenyum tetapi terlihat pucat.
AyahÖ
Reene mencoba meraih ayahnya, tetapi sebelum dia sempat menyentuhnya tubuh ayahnya terlihat terbakar.
Ayah!!
ReeeeeneeÖÖÖ suara ayahnya mulai terdengar seperti merintih kesakitan, dan tidak lama kemudian tubuh Athrun sudah terbakar.
ìAYAAAH!!!î Reene berteriak, cipratan air mengenai wajahnya, tubuhnya yang tak tertutupi apa-apa keluar dari genangan air.
Mimpi?
Dia masih ada di bathtub kamar mandi kamarnya, tidak ada Athrun, tidak ada yang terbakar.
Reene menghela nafas lega, agaknya dia tertidur di kamar mandi. Meskipun singkat rapat tadi membuat dia kelelahan. Reene menenggelamkan dirinya di bathtub. Kenapa dia bermimpi seperti itu? Pikirnya.
AyahÖ
Reene mencipratkan air ke mukanya, dia keluar dari bathtub dan mengambil handuk kemudian membalut tubuhnya yang basah.
Reene menyisir rambutnya, rutinitas yang biasa dilakukannya setelah mandi. Meskipun ini bukan di rumahnya tempat ini cukup nyaman juga. Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk, Reene menaruh sisirnya ìYa aku segera kesana.î Reene membuka pintu dan tidak lain dari Satoshi Narugawa yang berdiri disana. ìIgor menyuruhku untuk mengantarku berkeliling.î Katanya datar. ìOk, biar aku berpakaian dulu.î Jawab Reene dan kemudian menutup pintu.
***
Satoshi ternyata orang yang jauh berbeda saat di rapat tadi, sekarang dia tidak lagi pemarah seperti tadi, dia ternyata orang yang cukup ramah. Reene sekarang sudah menelusuri setengah dari markas TIDAL SEA yang hampir mirip seperti sebuah koloni dan kalau Narugawa tidak salah Reene sudah hampir menyelesaikan turnya.
ìBagaimana kalau kita berhenti sebentar dan istirahat dulu?î Narugawa menawarkan. Sepertinya dia menyadari kaki Reene sudah hampir tidak bisa berjalan saking capeknya. ìBaiklah.î Jawab Reene spontan.
Reene duduk di sebuah bangku coklat sementara Narugwa mencari minuman dulu. Yang membuat Reene terkejut adalah daerah ini yang nampak seperti pusat perbelanjaan kecil di ORB. Beberapa menit kemudian Narugawa kembali sambil membawa 2 es krim Vanilla. Selagi menikmati es krim Reene memutuskan untuk mengobrol dan mengetahui Narugawa lebih jauh.
ìAnoÖî Reene berkata pelan dan berharap Narugawa akan menjawabnya sambil mengatakan ëAda apa?í dan mereka berdua bisa mengobrol dengan nyaman. Tapi ternyata Narugawa malah mengacuhkan Reene sambil terus menikmati es krimnya. Aneh sekaliÖ beberapa jam yang lalu Narugawa orang yang ramah tapi sekarang dia malah pendiam dan sewaktu rapat dia malah pemarah. Apa dia punya kepribadian ganda ya?
Reene memakan es krimnya sambil melihat kebawah, wajahnya terlihat kecewa karena Narugawa mengacuhkannya. Tiba-tiba sesuatu yang berkilauan terlihat di lantai, Reene memungutnya. Benda itu ternyata sebuah koin 5 sen yang sudah usang dan retak dimana-mana. Tapi koin itu terlihat sangat terawat. Reene yang merasa dia menemukan uang jatuh berteriak ìLucky!î
Narugawa melihat kearah Reene yang sedang memegang koin 5 sen itu, tiba-tiba ekspresi mukanya berubah, dia terlihat seperti orang yang sudah kehilangan sesuatu. Dia merogoh sakunya dan sepertinya benda yang dia harapkan ada disana sudah tidak ada. Dengan cepat dia mengambil koin itu dari tangan Reene yang terkejut oleh gerakan Narugawa yang tiba-tiba.
ìHey, apa-apaan..î Reene menghentikan kalimatnya sewaktu dia melihat wajah Narugawa yang sepertinya marah dan memelototi Reene. ìKe.. kenapa?î Tanya Reene. Narugawa berdiri ìTurnya sudah selesai, ayo kuantar kau pulang.î Katanya datar, dia menarik tangan Reene dan es krim mereka tergeletak jatuh begitu saja di lantaiÖ
Reene berbaring di tempat tidurnya. Kenapa Narugawa bersikap seperti itu? Reene tidak tahu apa yang dia lakukan tadi, dia hanya memungut sekeping koin tadi dan tiba-tiba Narugawa menyambar koinnya dan wajahnya terlihat marah, setelah itu dia malah berkata turnya sudah selesai..
Reene berdiri dan meregangkan ototnya. ìZeal-san keadaannya gimana ya?î Reene keluar dari kamar dan memutuskan untuk mengunjungi kaptennya di kamarnya.
Reene mengetuk pintu kamar Zeal, ìZeal-san, ini aku Reene.î Beberapa detik kemudian terdengar suara Zeal dari dalam kamar ìOh, masuk saja Reene.î Reene membuka pintu kamar dan mendapati Zeal sedang duduk di sofa kamarnya sambil menonton TV.
ìAneh juga mereka bisa mendapatkan sinyal dibawah laut.î Zeal mematikan Tvnya dan membuka pintu kulkas untuk mencari makanan. ìJadi apa yang kau inginkan Reene?î Tanya Zeal. ìErrÖ tidak, aku hanya ingin main saja kesini.î Jawab Reene. Zeal mengambil sekaleng ikan sarden dan membukanya ìOh ya, aku dengar kemarin kau kencan dengan Narugawa ya?î
Pipi Reene memerah ìTi.. tidak kok! Aku hanya di ajak berjalan-jalan saja olehnya!î
Zeal tertawa ìIya-iya aku tahu,î dia mengambil daging sarden dengan tangannya dan memakannya ìJadi bagaimana ken.. eh.. turnya?î
Reene duduk di sofa kamar ìYaa.. berjalan baik-baik saja.. tapi tiba-tiba Narugawa bersikap aneh di akhir tur.î Zeal mengelap mulutnya ìAneh? Maksudmu?î Reene mengambil remote dan memindah-mindah channel TV ìAku menemukan koin 5 sen di tanah, dan sewaktu aku mengambilnya tiba-tiba dia marah dan mengambil koin itu begitu saja.î
Zeal mengambil gelas dan menuangkan air putih kedalamnya ìHmmmÖ apa koin itu mempunyai retakan dimana-mana dan terlihat usang?î Reene menaruh remotenya dan berbalik ìIya, kenapa kau tahu?î
Zeal meminum isi gelas itu ìAku dengar dari Igor.. Narugawa dulunya mempunyai keluarga dan tinggal di ORB,î Zeal menaruh gelasnya ìTapi sewaktu datang pasukan EAF yang menyerang ORB rumah tempat tinggalnya dan kekayaan keluarganya semuanya hancur, ibunya meninggal juga disana. Dia akhirnya pindah ke daerah koloni ZAFT dan tempat tinggal keluarga besarnya. TapiÖî Kata ëTapií yang dibilang Zeal mengisyaratkan ada sesuatu yang selanjutnya terjadi ìTapi apa?î Tanya Reene.
ìWell.. ayah Narugawa adalah seorang Coordinator yang menikahi seorang Natural, sewaktu mereka pindah ke tempat tinggal keluargnya mereka ditolak dan diusir karena keluarga mereka adalah fanatik yang membenci Natural. Mereka akhirnya hidup susah dan miskin, sampai akhirnya ayah Narugawa jatuh sakit dan meninggal. Koin 5 sen itu adalah peninggalan dari ayahnya satu-satunya. Setelah ayahnya meninggal, dia pergi dari koloni dengan cara bersembunyi di kapal ZAFT yang turun ke bumi, dia ditemukan TIDAL SEA akhirnya dan ikut dengan mereka.î
Reene merenung, dia tidak tahu kalau Narugawa mempunyai masa lalu seperti itu. Mungkin karena itu dia marah sewaktu di rapat, karena dia membenci Coordinator dan EAF. Dan mungkin dia panik sewaktu di tur tadi karena dia hampir kehilangan memento dari ayahnya.
=====================================================
Flying DutchmanÖdi samping kapal selam yang lumayan besar tertera nama itu. Reene, Zeal, Narugawa dan beberapa dari TIDAL SEA akan pergi menggunakan kapal selam itu menuju ke markas EAF untuk menyelamatkan Igniz.
ìWow.. besar jugaÖî gumam Zeal. ì500 km/h, dilapisi shield untuk menahan serangan beam, persenjataan penuh, dan cloaking device setara dengan Mirage Colloid. Kapal ini akan membawamu ke markas EAF dengan cepat dan tidak terdeteksi.î Oscar yang sedang mengetik di control panel didekat kapal itu berkata.
Kru Flying Dutchman sudah bersiap-siap di tempat duduk mereka, dari speaker kapal terdengar suara Oscar ìBaiklah semuanya, kalian akan meluncur dalam 30 detik, pakai sabuk pengaman kalian.î
Sekarang giliran Igor yang berbicara lewat speaker ìSemoga beruntung, kami mengandalkan kalian.î
Suara mesin mulai terdengar, Oscar berbicara lewat speaker lagi ì5-4-3-2-1-0, Blast Off!î Flying Dutchman meluncur dari markas TIDAL SEA menuju lautan yang tak terbatas dan mengarah kepada markas EAF tujuan mereka.
=====================================================
Sementara itu di Annete, Fraz tidak terlihat seperti biasanya, belakangan ini dia menjadi pendiam dan suka menyendiri. Beberapa waktu yang lalu dia menghindari Shinn yang menyapanya dan dia jarang terlihat di bridge juga.
ìTidak mungkinÖî gumamnya sambil menuang kopi di gelasnya ìWanita ituÖ.î Fraz mengangkat gelasnya dan mendekatkannya ke mulutnya.
Kau adalah HaineÖ
PRANG!!! Gelas kopi Fraz terjatuh dan pecah berkeping-keping di bawah kakinya. Dia duduk di kursi dan membenamkan wajahnya di meja kerjanya.
===================================================== 10 jam kemudian Flying Dutchman sudah menepi ke daratan, Zeal mengumpulkan bawahannya-seluruh kru Flying Dutchman-dan memberi mereka briefing sebentar.
ìOkay guys, kita disini untuk menyelamatkan salah satu anggota kalian Igniz. Kita akan menyusup kedalam pangkalan mereka, mencari, menyelamatkan Igniz dan langsung keluar. Sistem keamanan akan dilumpuhkan oleh gelombang EMP dari Flying Dutchman yang akan aktif dalam beberapa menit lagi.Kalau semua berjalan sesuai dengan rencana kita bisa memperkecil korban dari pihak kita.î
Zeal memeriksa jamnya ìOkay, system keamanannya sudah lumpuh sekarang, letís move guys.î
Masing-masing dari mereka memakai armor yang dilengkapi downgrade dari Phase Shift system yang bisa menahan beberapa tembakan, mereka juga diberi helm khusus yang mempunyai kemampuan camera record yang dipantau dari markas TIDAL SEA, thermal vision dan Nightvision.
Mereka juga dipersenjatai dengan Light Assault Rifle yang dilengkapi laser sight, detachable suppressor dan mampu menembakan 10 peluru perdetik.
Dan misi mereka pun dimulai, dengan system keamanan dilumpuhkan dengan mudah mereka masuk kedalam bangunan ZAFT tersebut. Setelah didalam Zeal menyalakan peta hologram di bagian pergelangan tangan armornya.
ìOkay, bagian penjara cukup jauh dari sini, kita bagi 2 team. Team pertama akan menjaga jalan keluar dan team kedua akan menyelamatkan tawanan. Sev, Flint, Cade, Kol, Scorch, Appo, Jeff, Rosh dan Narugawa kalian di team pertama. Yang lain ikuti aku!î
Interior dari pangkalan ZAFT disitu ternyata lebih rumit dari yang mereka kira. Berkali-kali team Zeal menemui jalan buntu. Setelah puluhan menit mereka akhirnya menemukan area sel. Darman, salah satu dari team Zeal mengecek sel satu-satu dan sampai akhirnya menemukan seorang wanita duduk lemas di pojok sel. Darman mencoba memanggilnya ìIgniz?î
Wanita itu mengangkat kepalanya dan berkata pelan ìPerangkap.î
Segera setelah dia berkata begitu, pintu masuk area sel terbuka dan beberapa dari tentara ZAFT muncul dan menembaki mereka, dengan cepat Darman yang tidak terlindung menjadi korban dari tembakan beruntun mereka. Zeal dan yang lain menghindar dan mencari tempat berlindung.
ìd*mn, kenapa mereka tahu tentang rencana kita!?î teriak Zeal sambil membalas tembakan. Reene diam-diam mendekati sel dan menembak control panel sel untuk membebaskan Igniz.
ìIgniz-san, ayo.î Reene meraih tangan Igniz yang lemas dan membawanya ke rombongan Zeal dkk. ìAku berhasil mengeluarkannya.î Reene berkata, tapi Tycho salah satu dari team Zeal berkata ìItu bukan Igniz.î Reene bertanya heran ìHah?î
BLAM!! Tentara ZAFT yang menembaki Zeal dkk terpental secara mendadak dari ledakan yang terjadi di belakang mereka, Zeal menengok dan melihat seorang wanita berpakaian hitam ketat berambut oranye dan memegang pistol berdiri disana.
ìKenapa kalian lama sekali?î Tanya wanita itu.
ìIgniz?!î Tycho membelalak.
Sekarang Zeal dan Reene yang bingung. Kenapa Igniz yang tadinya akan diselamatkan sekarang malah menolong mereka? Ini terlalu aneh pikir Reene.
ìWell, 1 jam sebelum kalian datang aku sudah berhasil membebaskan diri, tapi karena tidak ada transportasi keluar aku terpaksa tertahan untuk kabur. Lalu aku melihat Flying Dutchman dari salah satu kamera monitor sebelum akhirnya kamera tersebut mati, dan terpaksa aku menunggu kalian datang.î Igniz menjelaskan.
ìOkayÖ.. aku Zeal dan ini Reene, kami dari Annete yang diminta untuk membebaskanmu.î Igniz menunjukan sedikit ekspresi terkejut dan tersenyum ìAnnete ya?î katanya penuh arti.
Tiba-tiba radio Zeal menyala, dia menanggapinya dengan berkata ìDisini Zeal.î Terdengar suara Fi dari team 1 disana ìKapten Zigma, tentara ZAFT menembaki kami. Butuh bantuan segera!!î
Team 2 bergegas ke lokasi team 1 untuk membantu mereka ìKenapa mereka tahu tentang rencana kita?!î Tanya Zeal sambil berlari ìDonít know, tapi yang pasti seseorang memberi tahu mereka dan dia bukan dari ZAFT.î Igniz berkata.
ìApa maksudmu?î Tanya Zeal ìWell, aku sempat menguping pembicaraan 2 tentara ZAFT tentang kedatangan kalian dan sepertinya mereka mendapat bocoran dari seseorang berinisial W.H.î
W.H? pikir Reene.
Setelah dekat dengan lokasi team 1 mereka melihat beberapa tentara ZAFT menembaki ke arah team 1. Dengan cepat Zeal dan Reene membereskan mereka selagi Tycho menggotong wanita dari sel tadi yang ternyata bernama Jaina.
ìOkay, semua sudah ada disini? Lebih baik kita langsung pergi dari sini.î Zeal berkata selagi yang lain keluar dari pangkalan tsb.
Tapi sebelum mereka berhasil menuju Flying Dutchman sebuah peluru dari tembakan sniper mengenai Jaina dan membunuhnya seketika, Igniz yang melihat teman satu selnya mati berteriak ìJaina!!!î dari luar markas EAF datang 1 batalyon tentara ZAFT lagi dan Zeal terpaksa memerintahkan teamnya mundur dan meninggalkan tubuh Jaina.
Setelah mereka sampai aman di Flying Dutchman Zeal menghitung jumlah korban, dari team 1 mereka kehilangan Niner, Atin dan Kol sementara Darman hanya satu-satunya korban dari team 2.
=====================================================
Esok harinya Annete dan Poseidon, kapal utama TIDAL SEA bertemu dan menukar sandera. Lunamaria menjabat tangan Igor dan berterima kasih atas kerja samanya, Reene mengucapkan selamat tinggal kepada Narugawa. Tapi Zeal tidak habis pikir soal yang dikatakan Igniz tentang W.H yang memberi tahu tentang rescue mission mereka.
ìHey Zeal,î Tetsuya menyapanya, dia melihat wajah Zeal yang serius dan bertanya ìAda apa?î Zeal menghapus wajah seriusnya dan menjawab ìTidak.. aku hanya senang bisa kembali.î
Dari kamarnya Fraz mengawasi mereka dengan pandangan kosong, dia duduk di tempat tidurnya, senyum sinis menghiasi wajahnyaÖ..
=========
gue sih ngarepin bikin roleplaynya kayak gini...
No comments:
Post a Comment